Umroh dan Haji Nurul Hayat

Fatwa Penting Pelaksanaan Haji dan Umroh Berulang Kali

Memahami fatwa haji dan umroh merupakan kewajiban calon pesertanya. Pasalnya, fatwa menjadi bekal agar tidak melakukan hal-hal terlarang. Selain itu, Anda bisa menunaikan ibadah tersebut dengan benar, khusyuk, dan sesuai rukunnya. Berikut ini sepuluh fatwa yang harus diketahui sebelum berangkat ke tanah suci.

1. Dalil Hukum, Adab, dan Syarat dalam Ibadah Haji

Menunaikan ibadah haji hukumnya fardu ain bagi muslim yang memiliki kemampuan untuk melakukan perjalanan ke tanah suci. Artinya, Anda wajib berangkat haji ketika mencapai usia balig, Islam, berakal, dan mempunyai kecukupan harta. Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT dalam Alquran:

“…Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (Q.S. Ali Imran : 97)

2. Haji bagi Anak Kecil

Pernah melihat anak kecil menunaikan haji atau umroh? Meskipun belum balig, anak tersebut tetap mendapatkan pahala. Hukum haji baginya tidak wajib, tetapi dihitung sebagai amal perbuatan si kecil. Bahkan, Rasulullah SAW menegaskan, nilai kebaikan yang diterima sama dengan ganjaran orang dewasa.

3. Haji untuk Wanita

Ibadah haji dan umroh boleh dilakukan siapa pun, tanpa memandang latar belakang. Namun, khusus wanita, ada aturan tertentu yang mesti dipahami. Jika wanita tersebut tidak memiliki mahram, kewajiban ibadah hajinya menjadi gugur. Pasalnya, adanya mahram merupakan bukti kemampuan untuk melakukan perjalanan.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Tidak halal bagi wanita bepergian dalam perjalanan sehari semalam, kecuali bersama mahramnya.” (HR. Al-Bukhari)

4. Larangan Selama Ihram

Ihram merupakan rukun haji dan umroh. Jika Anda sudah meniatkannya dan mengenakan pakaian ihram, banyak hal yang tidak boleh dilakukan. Secara umum, larangannya antara lain, memotong kuku, menikah, melakukan hubungan suami istri, menggunduli rambut, memakai cadar bagi wanita, dan menebang pohon di sekitar Masjidil Haram.

5. Pelaksanaan Haji dan Umroh Berulang Kali

Para ulama sepakat, ibadah haji hanya bisa dilaksanakan sekali seumur hidup, sedangkan umroh boleh berulang kali, walaupun sebenarnya tidak diperkenankan melarang orang yang ingin menunaikan haji lebih dari satu kali. Kedua hal yang saling bertentangan ini membutuhkan pengertian dari kedua belah pihak, baik pemerintah, atau pun peserta haji. Sebaiknya, Anda memberikan ruang untuk orang yang belum pernah menunaikan haji. Dengan demikian, tidak seorang pun merasa dizalimi.

Informasi dan penjelasan Umroh & Haji Nurul Hayat dapat menghubungi:

(031)878 3344/0857 3334 3939/0822 5724 8284


Bookmark and Share

0 Comments

Leave a Comment