Umroh dan Haji Nurul Hayat

Nikmat Ikhlas Beribadah Haji dan Umroh

"Sesungguhnya Shafaa dan Marwah adalah sebahian syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-'umroh, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah maha menyukuri kebaikan dan Maha Mengetahui" . (Al Baqarah: 158)

Sahabat ummi yang dirahmati Allah, ketika saya menutup bacaan akhir surat Al Baqarah dengan terjemahan tersebut serta lebih meresapi terjemahan arti tentang Manasik Haji tersebut diatas, terbesit pikiran mengatakan begitu indahnya cinta Allah kepada ummatnya.

Ketika kita rindu ingin lebih dekat lagi ke rumahnya, Allah sediakan di antaranya tempat yang begitu mulia, tempat di mana seluruh ummat Muslim berpusara, berkumpul-bersilatirahim melepas rindu yang sama di tanah Haram.

Tempat di mana seluruh ummat muslim merindukan untuk hadir kesana, melepas rindu, mengadu, memohon ampun serta menyerahkan jiwa raga atas kepemilikanNya, dan Allah memberi kemudahan langkah kita serta Allah jualah yang memberikan kunci-kuncinya untuk dapat masuk ke sana, bukan lagi hanya mengetuk pintu. Atas keikhlasan, yakin serta pasrah jualah menuntun ummatNya berpijak meneguhkan diri bersama  qolbunya masing-masing dari kita untuk menjadi penuntun dalam perjalanannya. 

Bukan kekayaan berlebihan atau harta berlimpah yang akan memudahkan langkah kita, ataupun bukan pula kemiskinan dan miskin ilmu agama yang menyulitkan untuk hadir disana, tetapi umumnya tekad dan ketulusan menuntun, mengantarkan hadir kesana, tentunya  seijin Allah bersama RidhoNya. Dan Allah jua pemberi kemudahan serta restu mengetuk bathin kita untuk menemani disetiap langkahnya.

Sahabat ummi, kembali menelisik terjemahan tersebut, dikatakan Allah jua turut bersyukur terhadap hambanya yang mengerjakan segala suatu dengan ketulusan dan keikhlasan, Allah jua-lah yang akan memberi maaf atas segala salah serta khilaf hambaNya, diiringi menambah nikmat-Nya terhadap hambaNya.

Semakin kita lepaskan beban pikiran dan keinginan untuk mendapatkan suatu di luar nikmat- nikmat yang dimiliki, itulah kenikmatan yang tiada tanding karena kita tidak akan pernah tahu di bagian mana kita ikhlas dan tulus, di situlah yang menjadi rahasia Allah untuk nikmat kebersyukuran pribadi.

Penulis,

Levin Lme, seorang guru yang mencintai literasi, tulisan dapat dinikmati dalam bentuk artikel, puisi, cepen dan lainnya. saat ini menjadi guru SDIT IQRO dan mahasiswa Magister TP Universitas As Syafi'iyah Jakarta. Dapat dihubungi di email: leviyanti7@gmail.com, Ig: levina9, twitter: levinaika

Informasi dan penjelasan Umroh & Haji Nurul Hayat dapat menghubungi:

(031)878 3344/0857 3334 3939/0822 5724 8284


Bookmark and Share

0 Comments

Leave a Comment