iconBerita

Haji Wada’ – Haji Perpisahan Rasulullah SAW

Haji Wada’ dikenal juga dengan nama Haji Perpisahan Nabi Muhammad Saw. Beliau mengumumkan niatnya pada 25 Dzulqaidah 10 H atau setahun sebelum beliau wafat. Dari sekian banyak hikmah dari Haji Wada’ ini adalah pesan kemanusiaan yang terungkap dari khutbah beliau.

Read more…

Baik gelombang pertama maupun gelombang kedua, jamaah haji Indonesia akan melewati fase 8 atau 9 hari di Madinah. Baik sebelum maupun setelah ibadah haji. Sering dimotivasi agar melaksanakan shalat arbain di Masjid Nabawi. Makna “arba’in” atau “arba’un” adalah melaksanakan shalat empat puluh waktu tanpa terputus berjamaah di Masjid Nabawi.

Read more…

 

1. Dasar Hukum Badal Haji

Berhaji dengan niat untuk orang lain ini didasarkan kepada beberapa hadits Rasulullah SAW, diantaranya hadits seorang wanita dari suku Khasy’am yang bertanya kepada beliau SAW tentang Ayahnya yang masih hidup namun sudah sangat sepuh dan tidak mampu berangkat haji :

 

Wahai Rasulullah, sesungguhnya kewajiban dari Allah untuk berhajji bagi hamba-hambaNya datang saat bapakku sudah tua renta dan dia tidak akan kuat menempuh perjalanannya. Apakah aku boleh menghajjikan atas namanya?. Beliau menjawab: Boleh. Peristiwa ini terjadi ketika hajji wada’ (perpisahan). (HR. Bukhari)

Read more…

Makna dan Sejarah Sa’i

Sebagai salah satu dari rukun sahnya ibadah haji, sai dilakukan setelah melaksanakan thawaf, baik thawaf umroh maupun thawaf ifadhoh. Tidaklah sah haji seseorang apabila tidak melakukan sa’i ini. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dan juga hadits Rasululloh SAW berikut ini :

????? ???????? ????????????? ??? ????????? ??????? – ?????? ???

Read more…

Umroh dan Haji Nurul Hayat

AIR ZAM-ZAM BAKAL DIBATASI

Membawa air zam-zam usai melaksanakan ibadah umrah maupun haji merupakan tradisi bagi jamaah sepulang dari Makkah. Sebagai bentuk rasa syukur, mereka membagikan air zam-zam untuk warga yang belum mampu ke tanah suci. Maka tidak heran bila banyak jamaah yang berusaha menambah jumlah pasokan air zam-zam ketika hendak pulang.

Read more…

Umroh dan Haji Nurul Hayat

SEPUTAR LONTAR JUMRAH

  1. HUKUM MELONTAR JUMRAH

Hukum lontar jumrah adalah wajib dengan ketentuan, pada hari Nahar (10 Dzulhijah). Apabila ia tidak melontar jumrah Aqabah pada hari Nahar dan tidak meng-qadha pada hari-hari tasyri’, maka wajib membayar Dam. Pada hari-hari tasyri’ (11,12, dan 13 dzulhijah) melontar ketiga jumrah(Ula, Wustha, dan Aqabah). Apabila sama sekali tidak melontar pada hari-hari tersebut, wajib membayar Dam. Jika tidak melontar tiga jumrah satu hari, wajib membayar fidyah satu Mud dan apabila meninggalkan dua hari (bagi yang nafar Tsani) wajib membayar fidyah dua Mud.

Read more…